Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk).

Hai Sahabat Investor,

Pada artikel kali ini Admin akan membahas mengenai saham BBRI. Jadi BBRI merupakan Emiten yang merupakan perusahaan BUMN dan juga sekaligus milik masyarakat. Makanya dalam penamaan adalah Persero dan Tbk.

Saham BBRI

Artinya kalau Persero adalah perusahaan milik negara (dibawah kementerian BUMN) dan Tbk. sendiri artinya Terbuka atau siapapun boleh memiliki sahamnya melalui pasar modal di Indonesia.

Tentunya sahamnya dari Pemerintah jauh lebih banyak (mayoritas) sehingga kendali masih di pemerintah secaraa mayoritas, jadi keputusan-keputusan penting masih di tangan pemerintah (kementerian BUMN).

Dalam pelaksanaan RUPS, penunjukkan Direksi dan pimpinan petinggi BBRI tidak lepas dari keputusan Kementerian BUMN.

Sejarah BRI

Sebelum Kita jauh membahas mengenai BBRI, sebelumnya sebagai informasi saja sekilas sejarah BBRI.

Dikutip dari situs Resmi BRI pada menu Info Perusahaan,

Bahwa Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu Bank milik pemerintah yang terbesar saat ini. BRI didirikan pada 16 Desember 1895 di Purwokerto Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja.

Emiten BBRI masuk di IDX atau Pasar Modal Indonesia pada tanggal 10 November 2003 pada Papan Utama, dengan Bidang Usaha Utama Jasa Perbankan, pada Sektor Finance dan Sub Sektor Bank.

Porsi Kepemilikan Saham BBRI

Jadi Emiten BBRI dimiliki oleh pemerintah dan juga masyarakat serta Komisaris dan Direksi, dengan komposisi kepemilikan sebagai berikut (dikutip dari situs IDX pada menu Perusahaan Tercatat).

  • Negara Republik Indonesia dengan Jumlah 70.000.000.000 (56,75%)
  • Masyarakat dengan Jumlah 52.595.346.500 (43,25%)
  • Direksi dan Komisaris dengan Jumlah 13.861.400 (0,013%)

Saat ini nilai Pasar (Market Capital) mencapai 500 Triliun lebih (dengan harga saham di Rp 4.000 an per lembar).

Sedangkan struktur kepemilikan saham BBRI per November 2020 sebagai berikut (Sumbernya diambil dari menu keterbukaan informasi website IDX).

Struktur kepemilikan saham BBRI per November 2020
Struktur kepemilikan saham BBRI per November 2020

Analisa Fundamental Saham BBRI

Sudah masuk ke dalam analisa, artinya Disclaimer ON ya Sahabat Investor, silakan menuju ke halaman Disclaimer kalau mau membaca dengan jelas.

Jadi di dalam analisa Fundamental ini akan Admin sampaikan analisa versi Admin dengan melihat data-data yang ada dari berbagai sumber, tentunya rujukan utama ya dari situs IDX.

Oiya, mungkin analisa fundamental dari Admin terbatas ya Teman-Teman, jika ada yang kurang bisa minta tolong ditambahkan di  kolom komentar ya.

Sebelumnya, kita pelajari dulu apa sebenarnya pengertian analisa fundamental ini.

Pengertian Analisa Fundamental

Analisa Fundamental merupakan analisa dari suatu perusahaan berdasarkan kinerja-kinerjanya. Kinerja keuangan, posisi laba rugi, arus kas, serta analisa lainnya yang masih menyangkut atau berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Umumnya kinerja fundamental ini dilihat dari posisi keuangan perusahaan tersebut (titik beratnya pada kinerja keuangan).

Hal-hal lain seperti kondisi makro ekonomi Indonesia bahkan kondisi makro ekonomi dunia bisa juga dikaitkan dengan analisa fundamental ini.

Misalnya kondisi saat ini yang pandemi, kondisi makro ekonomi di bidang farmasi misalnya akan bagus (lihat saja trend perusahaan di bidang kesehatan), atau kondisi-kondisi lain yang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan, baik itu berpengaruh langsung maupun tidak langsung.

Bagi sahabat investor yang ingin berinvestasi jangka panjang harus memperhatikan kinerja fundamental suatu perusahaan dengan baik. 

Fundamental BBRI

Untuk melihat Fundamental BBRI, kita bisa melihat dalam beberapa data berikut ini (data ini diambil dari rti.co.id)

Kinerja BBRI

Kinerja Emiten BRI sepanjang 1 dekade terakhir (10 tahun terakhir) bisa di lihat pada grafik berikut ini.
Return saham BBRI
Terlihat bahwa kinerja BRI ini sangat bagus ya Sahabat Investor, dimana Net Profit Margin rata-rata di atas 20% (kecuali di 2020 ini yang baru sampai Quartal 3 di bawah 20%). Kemudian untuk Operating Profit juga tinggi ya.

ROA ROE DER

Return On Equity (ROE) merupakan rasio kemampuan keuntungan yang didapatkan dari ekuitas yang ada, semakin tinggi nilainya semakin baik.

Return On Asset (ROA)merupakan rasio keuntungan yang didaptkan dari asset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, dimana jika nilainya semakin tinggi semakin baik.

Debt to Equity Rasio (DER) adalah rasio hutang terhadap ekuitas yang dipunyai suatu perusahaan, umumnya semakin kecil nilainya semakin baik, namun berbeda dengan sektor keuangan khususnya Bank, dimana jika semakin tinggi nilainya akan semakin baik.

Artinya banyak nasabah yang menaruh uangnya di Bank tersebut.

ROA ROE DER saham BBRI

Kinerja ROA ROE DER Emiten BRI

Nilai Wajar

Dalam menghitung nilai suatu perusahaan dikenal beberapa metode, yang paling umum adalah melihat nilai intrinsik suatu perusahaan.

Untuk melihat nilai intrinsik ini memang banyak metodenya, namun metode untuk menghitung nilai wajar suatu perusahaan yang paling mudah adalah dengan melihat nilai valuasinya dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Namun ini adalah cara menghitung versi Admin sendiri dan tentu tidak akurat ya, disclaimer ON.

Mudahnya begini, jika Toko A IPO (initial public offering) atau menawarkan / menjual sahamnya ke publik. Toko A nilai valuasinya Rp 1.000.000, dan lembar saham yang di sebar adalah 1.000 lembar, maka nilai wajar Toko A adalah Rp 1.000 per lembar saham.

Jadi jika Toko A dihargai Rp 900 maka nilainya di bawah wajar (harga saham murah), namun sebaliknya jika dihargai Rp 1.200/lembar, maka nilainya diatas harga wajar (mahal).

Untuk melihat harga saham murah atau mahal juga harus dilihat pada sektor yang sama atau mengerucut ke subsektor yang sama, jadi perbandingannya akan seimbang.

Cara berhitung harga wajar BBRI dengan melihat data di IDX

Jadi, untuk berhitung harga wajar dengan melihat data di IDX bisa lakukan langkah berikut ini ya Sahabat Investor.

  • Langsung menuju ke website IDX (idx.co.id)
  • Kemudian pilih menu Data Pasar dan menuju ke Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat
    Data Pasar Saham BBRI


  • Masukkan nama emiten atau kode saham (BBRI) dan pilih Cari, setelah itu unduh
    Pencarian Data saham BBRI


  • Pada file pdf itu kita cari Nilai EPS (Earning per share atau laba per lembar saham) dan PER (Price to Earning Ratio atau harga saham saat ini berapa kalinya pendapatan 1 tahun).

    Dengan mengalikan EPS x PER maka akan ketahuan harga saham normalnya (harga wajar) suatu saham.
    EPS Saham BBRI
    EPS Saham BBRI



    PER Saham BBRI
    PER Saham BBRI

    Dengan melihat data tersebut pada tahun 2018 (karena kurang update data tersebut di IDX) maka nilai wajar BBRI pada tahun itu adalah = 120,69 x 14,28 = Rp 1.723/lembar saham.

    Jadi jika saat itu harga BBRI Rp 2.000/lembar saham, dengan metode perhitungan harga wajar tersebut maka termasuk MAHAL, namun jika harga saham BBRI saat itu Rp 1.500/lembar maka tergolong MURAH.

    Untuk tahu murah atau mahal silakan bandingkan dengan industri sejenis ya Sahabat Investor.

Kesimpulan Analisa Fundamental

Melihat data kinerja fundamental di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan mengkoleksi saham BBRI cocok untuk investasi jangka panjang, karena kinerja jangka panjangnya baik.

Namun demikian perlu analisa lebih mendalam dari Sahabat Investor semua sebelum memutuskan untuk mengkoleksi saham BBRI ini.

Analisa Teknikal

Untuk melakukan analisa teknikal, Admin menggunakan bantuan dari ivesting.com untuk memperoleh grafik sebagai bahan analisa teknikal sederhana.

Analisa teknikal sederhana yang sering digunakan adalah Moving Average, atau rata-rata pergerakan saham dari suatu emitten.

Analisa saham BBRI yang sederhana adalah dengan Moving Average 20 (MA20) dan dan Moving Average 50 (MA50).

Moving Average 20 maksudnya rata-rata nilai saham dengan indikator grafik candle stick kebelakang sampai dengan 20 buah. Namun yang akan ditampilkan di sini adalah grafik jadi dan kita hanya melakukan beberapa klik untuk menggunakan tools MA20 dan MA50.

Untuk Sahabat Investor yang menginginkan jangka panjang bisa gunakan MA100 dan MA200.

Analisa teknikal MA20 MA50 saham BBRI
 Analisa teknikal MA20 MA50 saham BBRI
Sumber : investing.com

Terlihat bahwa trend saham BBRI di tahun 2020 tergolong naik dan turun, terbukti dari 4 kali cross pada MA20 dan MA50. Cross untuk turun 2x dan cross untuk naik juga 2x, untuk akhir tahun 2020 sendiri masih dalam up-trend.

Penutup

Berikut ini video mengenai saham BBRI oleh Mas Nizar Imam.
 
 
Dengan melihat indikator-indikator kinerja diatas, sebenarnya BBRI ini adalah incaran banyak investor, terutama investor asing sih melihat data kepemilikan saham pada pembahasan awal-awal tadi.

Saham BBRI ini merupakan anggota dari Indeks Saham LQ45 ya Sahabat Investor, pasti liquid, mudah dan gampang untuk diperjualbelikan. Selamat berinvestasi Sahabat Investor Semua.

Posting Komentar untuk "Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)."